filsafat tuhan\filsat hindu

Posted: Mei 13, 2012 in filsafat

OM Svastyastu,
HIndu memiliki filsafat yang disebut saddarsana, salah
satunya yang sempat saya dengar waktu kuliah tentang
nyaya (yg lainnya udah ngga ingat), disini dijelaskan
tentang Tuhan yang disebut siwa sebagai jiwa
tertinggi, jiwa yang memiliki kesadaran yang agung dan
dia berada dimana-mana.
darsana ini mendekati filsafat tetapi tidaklah pas
sekali, katanya ada buku darsana yang baru dari pak
Titib atau P Wiana… sayangnya belum lihat

dudik
ps: filsafat timur/hindu lahir lebih dulu, tetapi kita
masih mengacu pd filsafat barat

— madra suta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> OM Svastyastu,
>   Bagaimana posisi Tuhan dalam agama Hindu? Ini
> sebuah pertanyaan yang bagus, tetapi tidak ada yang
> menanggapinya secara benar.  Ini adalah sebuah
> pertanyaan filsafat, seperti: apakah Tuhan itu ada?
> Orang percaya mengatakan Tuhan itu ada, dan dibantu
> oleh para teolog,  mereka membangun argumen untuk
> ?membuktikan? keber-ada-annya. Yang tidak percaya –
> tentu saja ? mengatakan Tuhan tidak ada, dan dibantu
> oleh ilmuwan atheis (misalnya biolog Richard
> Dawkins) juga membangun argumen yang tidak kurang
> meyakinkan untuk ?membuktikan? ketidak-ada-annya.
> Bagaimana jawaban Hindu terhadap pertanyaan ini?
> Tuhan ada.  Kalau ada kenapa Dia bersembunyi?
>   Lalu kaitan dengan dunia (alam semesta ini),
> apakah ia diciptakan atau sudah ada bersama Tuhan
> sejak jaman keabadiaan?  Bila dunia diciptakan, ada
> tiga pertanyaan pokok yang muncul , pertama,
> mengapa, dan kedua bagaimana, Tuhan mencipta?
> Ketiga, bagaimana hubungan Pencipta dengan ciptaan?
> Tuhan atau kitab suci agama-agama hanya menjawab
> pertanyaan kedua dan ketiga. Untuk pertanyaan
> pertama, Tuhan ?dibantu? oleh para filsuf atau
> teolog untuk menjawabnya.
>   Untuk pertanyaan kedua, ada tiga paham, emanasi,
> kreasi dan evolusi. Hindu mengikut yang mana?
>   Untuk pertanyaan ketiga, berbagai pertanyaan lain
> muncul. Karena Tuhan adalah hakikat Kenyataan
> Terakhir/Tertinggi (ultimate reality) bagaimana
> kedudukan dunia ini, apakah ia nyata atau hanya
> maya/ilusi? Mengenai jiwa ada pertanyaan: dari mana
> ia berasal atau bagiamana ia diciptakan? Bagaimana
> hubungannya dengan badan? Jiwa dikatakan
> menghidupkan dan menggerakkan badan? Mobil
> dihidupkan oleh listrik yang tersimpan di dalam air
> aki, melalui kabel yang menghubungkan aki dengan
> mesin  dalam mobil.  Lalu bagaimana jiwa yang
> bersifat immaterial (rohani) berhubungan dengan
> badan yang adalah materi?   Apakah ada ?kabel?  yang
> menghubungkan jiwa dengan badan?
>   Sebaliknya mengenai badan ada pertanyaan:
> bagaimana posisinya terhadap jiwa? Para filsuf
> Yunani, seperti kaum Stoa dan Platonis mengatakan
> badan adalah penjara bagi jiwa. Bible mengatakan
> badan adalah beban bagi jiwa (sarcina, seperti
> ransel yang digendong oleh prajurit (St. Augustine).
> Upanisad mengatakan badan adalah kereta bagi jiwa,
> Bagawad Gita mengatakan badan adalah ksetra
> (lapangan) bagi jiwa.
>   Lalu mengenai keabadian, apa saja yang tinggal
> setelah kematian? Apakah jiwa saja atau jiwa dengan
> badan? Kristen menjawab, badan yang dalam hidup ini
> adalah beban bagi jiwa di dunia setelah kematian ia
> menikmati kedudukan sejajar dengan jiwa. Bagaimana
> itu mungkin? Proses apa yang dilalui badan sehingga
> mampu melompat demikian jauh?
>   Terkait dengan evil (kejahatan dan penderitaan)
> mengapa dalam dunia yang diciptakan Tuhan terdapat
> evil (human atau moral evil dan natural evil)?
> Bagaimana jawaban Hindu atas semua pertanyaan ini?
>
>   Untuk menemukan jawaban atas semua pertanyaan ini
> saya sedang mengkaji teks-teks Upanisad, secara
> hermeneutika. Sudah selesai 80%. Seperti biasa,
> untuk menambah sudut pandang, akan dikemukakan
> pandangan filsafat Bara dari Yunani kuno
> (Heraklitos, Parmenides, Plato, Aristoteleles,
> Plotinus) sampi modern (Baruch de Spnioza), A.N.
> Whitehead, Karl Japers, Eric Fromm dll. Pandangan
> Torah Yahudi (Perjanjian Lama) dan Perjanjian Baru
> (Kristen). Pandangan para filsuf Kristen (St
> Augustine., Thomas Aquinas, Anselmus, sampai Paus
> John Paul III, dan pemikir Katolik Indonesia: P.J.
> Zoetmuldern Louis Leahy, Magnis Suseno). Juga
> pandangan sejarahwan Arnold J. Toynbee, teolog Karen
> Armstrong, Richad Swinburne, Jack Miles.
>   Dari Islam: al-Hallaj, Yazik al Bistami, Ibn
> Arabi, al-Farabi.
>   Dari Hindu: Patanjali, Sankara, Ramanuja, Madva,
> Ramakrishna, Wiwekananda, dan S. Radhakarishnan.
>   Akan dibahas juga kritik monotheisme terhadap
> pantheisme dan jawaban pantheisme terhadap kritik
> tersebut. Dan sebaliknya.
>   Rencananya pertengahan Desember tahun ini draft
> ini akan dibahas dengan ahli-ahli filsafat
> Universitas Indonesia (ada yang  Katolik, Protestan,
> Islam dan Hindu). Jika layak, mudah-mudahan awal
> tahun 2008 dapat diterbitkan menjadi buku.
>   Dalam Hindu filsafat itu seudah terdapat di dalam
> kitab sucinya. Dalam Kristen dan Islam filsafat baru
> dimasukkan sekitar 300 dan 200 tahun setelah kitab
> sucinya selesai disusun (Zoetmulder dan Magnis
> Suseno). Toynbee mengatakan, Hindu itu terlebih
> dahulu filsafat baru kemudian agama. Karena itu
> jawaban-jawaban Hindu terhadap pertanyaan ini lebih
> rasional drai jwaban agama-agama rumpun
> Yahudi.Tetapi fakta di Indonesia Kristen dan Islam
> yang menguasai filsafat, sekalipun untuk Islam
> sampai sekarang masih ada yang mengharamkan
> filsafat.   Hindu di Indonesia, masih berkutat pada
> masalah elementer seperti soal ritual dan adat. Itu
> sebabnya orang Hindu tidak/belum mampu memberi
> respon terhadap permasalahan masyarakat, yang
> menyangkut etika/moral, budaya, politik dan hukum.
>    Jika naskah ini dapat diterbitkan, mungkin ia
> akan menjadi buku pertama dalam masyarakat Hindu di
> Indonesia yang membahas pertanyaan-pertanyaan
> fundamental itu secara lengkap.   Mudah-mudahan
> berikutnya  ada penulis-penulis  lain
> mengelaborasinya secara  dengan lebih dalam
> Om santi, santi, santi Om
> NPP.
>
> widana putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: OM
> Svastyastu,
> OM Swastyastu.
> Hari Ini saya berkeinginan melemparkan materi
> diskusi, yang lama telah mengganjal hati saya
> sebagai Anak yang dilahirkan di Keluaga Hindu.
>
>
>    Bagaimana doa yang baik di dalam sembahyang.
> Jika kita berdoa tentang harapan, apakah itu perlu?
> bukankah semua yang kita miliki dan alami adalah
> akibat dari karma di kehidupan terdahulu
>
>
>    Bagaimana posisi Tuhan dalam stuktur keyakinan
> Agama Hindusda
> Jika kita berpikir tentang konsep Karma Phala, maka
> rasanya posisi Tuhan begitu terpinggirkan.
>
>
> Demikian salah satu hal yang mengganggu pkiran saya.
> MOhon teman-teman yang kebeulan telah diberkati
> pengetahuan lebih dapat m,emberikan pencerahan pada
kekacauan konseptual saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s