ANCAMAN NASIONALISME

Posted: Mei 13, 2012 in filsafat
Tag:

Berawal dari sebuah surat pernyataan yang dilayangkan oleh Front Kedaulattan Maluku (FKM) kepada Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri yang bertanggal 8 maret 2004 untuk memperingati Hari Ulang tahun (HUT) ke 54 kemerdekaan Maluku Selatan. Separatisme sebagai satu ancaman nasionalsime kembali menghujam ditubuh kesatuan Indonesia sebelum sembuh dari luka sakit pasca keputusan Presiden Habibi 1998 yang membebaskan Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam ingatan  bangsa masih cukup jelas bagaimana separatisme Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah menuaikan hasil yang cukup memuaskan dengan ditanda tanganinya perjanjian MoU antara separatis GAM dengan RI pada Bulan Juli 2005 pada masa pemerintahan Presiden Susilo Banbang Yudoyono. Walaupun belum sepenuhnya serambi mekkah dinyatakan merdeka dari RI, namun benih-benih ancaman peristiwa Timor Timur sepertinya akan terulang kembali. Indikasi itu sampai detik ini gejolak perlawanan dari-sisa- pasukan GAM masih terus berlanjut dan terus meminta korban. Sedangkan di Maluku Selatan sendiri sampai detik ini gerakan separatisme masih terus berlanjut, menuntut kepada pemerintah Indonesia dengan suka rela memberikan hak kemerdekaan mereka yang telalah diproklamerkan pada tahun 1950 oleh Johanes Herman Manuhutu dalam peristiwa yang dikenal dengan Peristiwa Republik Maluku Selatan.

 

Sparatisme, ancaman nasionalisme

Separatisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, kata Separatisme adalah paham yang mencari keuntungan dengan pemecah belahan suatu golongan (bangsa). Pada awalnya istilah ini digunakan terhadap satu golongan yang melakukan pemberontakan terhadap kebijakan kaum gerejawan di Paris, menentang absolutisme gereja dan simbolisasi agama sebagai legitimasi kuasa. Namun dalam perkembangannya seperatisme mengalami lompatan diskurs sampai pada gerakan pemecah belahan kesatuan dalam term kebangsaan. Drai sini jelas bahwa kelompok seperatisme adalah satu kelompok yang mencoba melakukan pemisahan diri dengan kelompok yang lain-satu bangsa dari negara-dalam kesatuannya. Karena berdirinya bangunan negara oleh kesatuan bangsa itu, maka persepsi tentang seperatisme sering diposisikan sebagai pemeran antagonis yang menjadi ancaman dan harus dimusnahkan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s